• Breaking News

    Berbagi Ilmu Kesehatan dan Keislaman untuk Kebaikan Umat

    30 Jun 2011

    Penyimpangan NII (Negara Islam Indonesia )


    Berita tentang NII, masih cukup sering terdengar akhir-akhir ini. Sebenarnya siapa NII dan bagaimanakah sepak terjangnya?
    Ikutilah pembahasannya di bawah ini. 
    Selamat membaca.

    Cukup Bagimu Untuk Meninggalkan Aliran Sesat NII KW IX
    Oleh : Abu Ibrahim ‘Abdullah bin Mudakir al-Jakarty
    Maraknya aliran-aliran sesat di negeri ini adalah sebuah fenomena yang sangat memprihatinkan, dan tak sedikit dari kaum muslimin yang menjadi korban kesesatan mereka. Di antara aliran sesat yang sangat meresahkan yang akhir-akhir ini marak adalah NII (Negara Islam Indonesia) KW IX yang dipimpin oleh Abu Toto Panji Gumilang. Dan di samping itu, sebagian media masa memberitakan atau menampilkan orang-orang NII yang berpenampilan berjenggot atau istrinya bercadar dan yang semisalnya, serta terkesan tidak menjelaskan bahwa yang namanya NII itu bukan identik dengan orang yang berjenggot, atau bercadar dan semisalnya. Karena hal itu adalah bagian dari ajaran Islam bukan ciri dari NII atau terorisme. Akhirnya, dampak dari kesan tersebut banyak dari kaum muslimin yang menjadi salah paham atau merasa takut dan curiga terhadap orang-orang yang berusaha menjalankan agama ini dengan baik. Sedangkan NII sendiri adalah sebuah pemikiran sesat yang teroganisir secara rapi.
    Sebelum kita membahas kesesatan NII KW IX ada baiknya bagi kita untuk mengetahui kenapa banyak aliran-aliran sesat di negeri ini dan banyak dari kaum muslimin yang mengikutinya.
    Sebab-sebab banyaknya aliran sesat di Indonesia, di antaranya :
    1. Jauhnya ummat dari ilmu agama.
    Kebodohan terhadap agama adalah sumber malapetaka, dan inilah yang menjadi sebab terbesar maraknya aliran-aliran sesat di negeri ini dan banyaknya ummat yang tertipu dengannya. Karena kebodohan ummat yang amat sangat sehingga kesesatan yang sangat jelas sekalipun banyak yang tidak mengetahui dan banyak orang yang mengikutinya. Seperti kelompok sesat Ahmadiyah, Islam Jama’ah (LDII), NII, JIL (Jaringan Islam Liberal) dan kelompok-kelompok sesat lainnya. Allah Ta’ala berfirman :
    قُلْ أَفَغَيْرَ اللهِ تَأْمُرُونِي أَعْبُدُ أَيُّهَا الْجَاهِلُونَ
    “Katakanlah, ‘Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang- orang yang tidak berpengetahuan?’.” (Qs. az-Zumar : 64)
    قَالُوا يَا مُوسَى اجْعَل لَنَا إِلَهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ
    “Bani Israil berkata: ‘Wahai Musa buatlah untuk kami sebuah sesembahan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa sesembahan (berhala).’ Musa menjawab : ‘Sesungguhnya kamu itu kaum yang tidak mengetahui (bodoh) terhadap Allah.’.” (Qs. al-A’raaf : 138)

    Berkata asy-Syaikh al-Allamah Abdurrahman as-Sa’di rahimahullaah : “Kebodohan mana yang lebih besar dari seseorang yang bodoh terhadap Rabbnya, Penciptanya dan ia ingin menyamakan Allah dengan selain-Nya, dari orang yang tidak dapat memberikan manfaat dan mudharat (bahaya), tidak mematikan, tidak menghidupkan dan tidak memiliki hari perkumpulan (kiamat).” (Taisiirul Kariimirrahman Syaikh al-Allamah Abdurrahman as-Sa’di pada ayat ini)
    Berkata Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullaah : “Tidaklah diragukan bahwasanya kebodohan adalah pokok dari segala kerusakan dan dhoror (bahaya), kejelekan yang didapatkan oleh seorang hamba di dunia dan di akhirat adalah dampak dari kebodohan.” (Miftaah Daaris Sa’adah, 1/315- dinukil dari Syarh al-Ushuuluts Tsalatsah, Abu ‘Ashim ‘Abdullah ad-Duba’i, hal : 7)
    2. Menimba Ilmu agama dari orang yang menyimpang aqidah dan manhajnya.
    Di antara yang sering diperingatkan oleh ulama kita adalah berhati-hati dalam berteman jangan sampai berteman kepada orang-orang yang sesat dan menyimpang, terlebih-lebih belajar kepada mereka. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
    إنّ من أشراط الساعة أن يلتمس العلم عند الأصاغر
    “Sesungguhnya sebagian dari tanda-tanda hari kiamat ialah, dicarinya ilmu itu dari para ahli bid’ah (orang yang menyimpang yang melakukan perbuatan bid’ah).” (HR. Ibnu Mubarak, ath-Thabrani dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani di silsilah ash-Shahiihah no. 695)
    Hudzaifah bin Yaman radhiyallaahu ‘anhu pernah bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,
    فقلت : هل بعد ذلك الخير من شرّ؟
    “…Maka aku bertanya lagi : ‘Apakah sesudah kebaikan (yang bercampur kekeruhan itu) akan datang lagi kejahatan?’ Beliau menjawab :
    نعم, دعاة على أبواب جهنّم من أجابهم إليها قذفوه فيها
    ‘Ya, yaitu para da’i yang berada di pintu-pintu Jahannam, barangsiapa yang mengikuti (dakwah) mereka, pasti mereka akan melemparkannya ke dalam neraka Jahannam.’.” (HR. Bukhari : 3606 dan Muslim : 1847)
    Maka jangan heran kalau ada orang yang menuntut ilmu agama bukan bertambah baik atau bertambah shalih, malah dia menjadi orang sesat. Seperti malah melakukan atau bahkan mengajarkan perbuatan syirik (menyekutukan Allah) atau menjadi sarana kesyirikan, atau melakukan perbuatan bid’ah. Atau setelah belajar dan ikut ngaji bukannya menjadi tambah rajin shalat, berbakti kepada orang tua. Malah meninggalkan shalat, mengkafirkan orang tuanya dengan alasan bukan kelompoknya, atau mencuri uang orang tuanya seperti yang ada pada kelompok sesat NII KW IX. Hal ini disebabkan karena mereka mencari ilmu kepada orang yang aqidah dan manhajnya menyimpang.

    3. Makar musuh-musuh Islam dari Yahudi, Nashrani dan orang-orang munafik.
    Di antara sebab banyaknya aliran-aliran sesat adalah upaya dari musuh-musuh Islam baik dari kalangan Yahudi dan Nashrani atau orang-orang munafik yang benci terhadap Islam dan kaum muslimin. Mereka ingin memurtadkan kaum muslimin atau menjauhkan dari agamanya, ingin memberi citra jelak kepada Islam dan kaum muslimin dengan berbagai cara. Di antara caranya adalah dengan memelihara atau mendukung aliran-aliran sesat tersebut. Sebagaimana aliran sesat Ahmadiyah yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di India dipelihara oleh pemerintah Inggris. Atau kelompok sesat Islam Jama’ah atau LDII yang dirangkul oleh seorang jendral yang sangat benci dan anti Islam, setelah Islam jama’ah dilarang di mana-mana dan bolak-balik ganti nama, maka Nur Hasan Ubaidah Lubis pendiri Islam Jama’ah meminta perlindungan kepada Letjen Ali Murtopo. Atau aliran sesat JIL (Jaringan Islam Liberal) dipelihara, didukung dan didanai oleh orang-orang kafir, lihat salah satu tokohnya Prof. Musdah, mendapat nobel dari orang kafir karena dianggap wanita yang memperjuangkan hak-hak wanita muslim (baca : menggugat sebagian syariat Islam yang berkaitan dengan wanita –ed), setelah berbagai kesesatan yang dilakukannya seperti menghalalkan homoseks –naudzubillah- . Begitu juga aksi-aksi yang dilakukan oleh orang-orang Islam yang beridiologi khawarij, dengan melakukan aksi terorisme sehingga dimanfaatkan oleh lawan (orang-orang kafir) untuk membuat buruk citra Islam dan kaum muslimin di mata masyarakat, serta melakukan aksi-aksi untuk menghadang dakwah yang haq (benar) bahkan mereka membantai kaum muslimin.
    Adapun ayat-ayat tentang kebencian dan permusuhan mereka terhadap kaum muslimin di antaranya sebagai berikut :
    Allah Ta’aalaa berfirman :
    وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
    “Dan orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka.” (Qs. al-Baqarah : 120)
    وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنفُسِهِمْ
    مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ
    “Sebagian besar ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) menginginkan agar mereka mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.” (Qs. al-Baqarah : 109)
    وَلا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا
    “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka dapat mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran) seandainya mereka sanggup.” (Qs. al-Baqarah : 217)

    إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ الله
    “Sesungguhnya orang-orang kafir menginfaqkan harta-harta mereka untuk menghalangi (manusia) dari jalan Allah.” (Qs. al-Anfal : 36)
    Sekilas tentang aliran sesat NII KW IX yang dipimpin oleh Abu Toto Panji Gumilang.
    NII atau Negera Islam Indonesia Komando Wilayah IX yang dipimpin oleh Abu Toto Panji Gumilang telah banyak menyesatkan ummat di negeri ini. Di bawah ini di antara ajaran sesat mereka.
    Pertama : Kesesatan dalam Aqidah
    ·         Menyusun dan memaknai tauhid secara serampangan.
    Mereka membagi tauhid menjadi tiga, yaitu tauhid rububiyah, tauhid mulkiyah dan tauhid uluhiyah. Mereka mengumpamakan tauhid rububiyah dengan akar kayu, mulkiyah dengan batang kayu dan uluhiyah dengan buahnya. Selain itu mereka juga menafsirkan rububiyah dengan undang-undang, mulkiyah dengan negara dan uluhiyah dengan ummatnya..!!
    Penjelasan kesesatannya :
    Itulah NII KW IX agama mereka dibangun di atas kebodohan dan asal-asalan serta main-main. Sehingga mengeluarkan konsep seperti yang telah disebutkan di atas. Allah Ta’aalaa berfirman tentang haramnya bicara tentang Allah dan agama-Nya tanpa ilmu.
    وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
    “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (Qs. al-Israa’ : 36)
    Tauhid adalah mentauhidkan Allah didalam apa-apa yang merupakan kekhususan bagi Allah, didalam Rububiyah-Nya, Uluhiyah-Nya dan Asma wa Sifat-Nya (Qaulul Mufid Fi Syarh Kitab at-Tauhid , Syaikh Ibnu Utsaimin : 11 dan Syarh Kasyfi Subhaat, Syaikh Ibnu Utsaimin : 21 )
    Para ulama membagi tauhid menjadi tiga, berdasarkan penelitian dari dalil-dalil al-Qur’an dan as-Sunnah. Berkata asy-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz Bin Baaz Rahimahullah : ” Bahwa Tauhid yang dengannya Allah mengutus para Rasul dan menurunkan kitab karenanya dibagi menjadi 3 macam, menurut penelitian nash-nash dari Al-Kitab dan As-Sunnah dan menurut kenyataan orang-orang yang dibebani syariat….yang pertama tauhid rububiyah, yang kedua tauhid ibadah dan dinamakan juga tauhid uluhiyyah dan yang ketiga tauhid asma’ wa sifat “ (Ta’liq Aqidah Thahawiyah, Syaikh Ibnu baaz dengan diringkas . hal : 45)

    Berikut ini penjelasannya lebih lanjut secara ringkas.


    Untuk Penjelasan lebih lanjut silahkan download file PDF nya. 
    Download file  PDF nya  : disini
    Sumber: 
    http://tauhiddansyirik.wordpress.com/2011/05/29/cukup-bagimu-untuk-meninggalkan-aliran-sesat-nii/






    Berikut ini adalah rekaman daurah SMA-SMK se-Eks Karesidenan Surakarta ke 7 hari ke-2 , yang mengambil tema “ Pembahasan Mengenai sejarah NII dan Sharing pengalaman mantan anggota NII”

    1. Ustadz Abulfaruq Ayip Syafrudin membahas : “Prinsip-prinsip dasar sikap kaum muslimin terhadap pemerintah”

    Download:  DISINI

    1. Al Akh Abu Haidar , membahas : “ Pengalaman Mantan Anggota NII”

    Download : DISINI



     

    Fashion

    Beauty

    Travel