Memuat...

5 Jan 2012

HOW IMPORTANT IS ISLAMIC MEDICINE ???




How important is Islamic Medicine?[1]

Seberapa pentingkah Kedokteran Islam?[2]

Hospitals. Muslim physicians set up some of the earliest dedicated hospitals. Hospitals were built in all major cities; in Cairo for example, the Qalamun Hospitals could care for 8000 people. Muslim doctors were removing cataracts with hollow needles over 1000 years before Western physicians dared attempt  such   a task. Hospitals later spread to Europe during the Crusades(perang salib), inspired by the hospitals in the Middle East.
Rumah sakit. Dokter-dokter muslim mendirikan beberapa rumah sakit yang pertama kali diresmikan. Banyak Rumah sakit dibangun di semua kota besar; contohnya di Kairo, Rumah sakit Qalamun yang mampu merawat 8000 orang. Dokter muslim mengangkat/menghilangkan katarak dengan hollow needles (jarum berlubang) 1000 tahun sebelum dokter barat berqani mencoba tugas yang seperti itu. Rumah sakit yang belakangan mulai menyebar ke Eropa pada waktu perang salib, terinspirasi dari Rumah sakit di timur tengah.


Individuals. Al-Razi (Rhazes) wrote the Comprehensive Book of Medicine in the 9th century. The Comprehensive Book of Medicine, with its introduction of measles and smallpox, was very influential in Europe. Abu al-Qasim al-Zahrawi (Abulcasis) is regarded as father of modern surgery. He invented numerous surgical instruments and described them in his Kitab al-Tashrif, a medical encyclopedia published in 1000AD. Abu Ali ibn Sina (Avicenna), a doctor in the early 11th century, was another influential figure. His medical encyclopedia, The Canon of Medicine (c.1020), remained a standard textbook in Europe for centuries.
Pribadinya/Individu. Al-Razi menulis Buku Kedokteran yang Komprehensif (komplit) pada abad ke-9.  Buku Kedokteran yang Komprehensif dengan perkenalan mengenai campak dan cacar air sangat berpengaruh di Eropa. Abu al-Qasim al-Zahrawi dihormati sebagai bapak Bedah Modern. Dia menemukan sejumlah alat operasi/bedah dan menjelaskannya dalam Kitab al-Tashrif, sebuah Ensiklopedia Kedokteran yang dipublikasikan pada tahun 1000AD. Abu Ali Ibn Sina, seorang dokter pada awal abat ke-11, adalah figur berpengaruh lainnya. Ensiklopedia kedokterannya, The Canon of Medicine (c.1020), menjadi Textbook standard di Eropa berabad-abad.

Medical Ethics. One of the most important features in medieval Muslim hospitals was their higher standard of medical treatment. Muslim doctors were expected to treat all their patients to the best of their ability regardless of wealth or background.
Etika Kedokteran. Satu keistimewaan  yang paling penting dalam rumah sakit-rumah sakit islam timur tengah adalah standard mereka yang lebih tinggi dalam pengobatan. Dokter muslim diharapkan mengobati semua pasien dengan kemampuan mereka yang terbaik tanpa memperhatikan kekayaaan dan latar belakang mereka.

Other invention. Steam distillation was invented by Avicenna in the early 11th century for the purpose of producing essentials oils. In 1000, Abu al-Qasim (Abucasis), invented the modern plaster, which is still used in hospitals today. The medical procedure of inoculation was practiced in the medieval Islamic world. The surgical needle was invented and descibed by Abu al-Qasim in his Tashrif (1000). It was used to remove cataracts. The Iraqi surgeon, Ammar ibn Ali al-Mawsili invented the first injection syringe in the 9th century using a hollow glass tube. Abu al-Qasim's use of catgut for internal stitching is still practised in modern surgery.
Penemuan. Penyulingan uap telah ditemukan oleh Ibn Sina pada awal abad ke-11, untuk tujuan menghasilkan minyak esensial. Pada tahun 1000 Abu Qasim menemukan plaster modern, yang masih digunakan di rumah sakit sekarang. Prosedur medis menyuntik telah dipraktekkan di dunia Islam timur tengah. Jarum bedah telah ditemukan dan dijelaskan oleh Abu al-Qasim pada Kitab Tashrifnya (1000). Ini digunakan untuk menghilangkan/mengangkat katarak. Ahli bedah Iraq, Ammar ibn Ali al-Mawsili menemukan spuit injeksi pertama pada abad ke-9 menggunakan tabung gelas berlubang, Abu Qasim menggunakan catgut (benang jahit) untuk menjahit dalam, yang masih digunakan pada bedah modern.   

Antiseptics and Anaesthetics. From the 10th century, Muslim physicians and surgeons were appliying purified alcohol to wound as an antiseptic agent. Modern anesthesia was developed by Muslim anesthesiologists. They were the first to utilize oral as well as inhalant anesthetics.
Antiseptik dan Anesthesia. Dari abad ke-10, Dokter muslim dan ahli bedah muslim telah menggunakan alcohol yang dimurnikan untuk luka sebagai agen antiseptic. Anestesia modern dikembangkan oleh anestesiologis muslim, Mereka adalah yang pertama menggunakan anestesi oral dan juga anestesi inhalant.

It's your History too!
Ini sejarahmu juga!



Download eBooknya disini 
Download videonya klik Disini 

[1] From www.Encyclopedia.com, dalam video How important is Islamic Medicine?” lalu ditraslate oleh http://islamicandmedicalupdates.blogspot.com