• Breaking News

    Berbagi Ilmu Kesehatan dan Keislaman untuk Kebaikan Umat

    5 Des 2012

    Transkip Rekaman Kajian Wasiat -Wasiat Seputar Palestina oleh Ustadz Dzulqarnain M Sunusi

    Nasihat Ustadz Dzulqarnain Seputar Tragedi dan Kejadian di Palestina
    Soal:
    Apa hukumnya mengadakan ritual-ritual doa dan dzikir bersama tentang banyaknya saudara-saudara kita yang menjadi korban di negeri Palestina? Kenapa di manhaj salafy tidak ada doa dan dzikir bersama? Apa yang harus kita lakukan?
    Jawab:
    Doa itu telah diterangkan ketentuan-ketentuannya, dzikir juga diterangkan ketentuan-ketentuannya. Kalau dzikir bersama, untuk apa dia lakukan? Apa kaitannya dengan Palestina?

    Kalau doa adalah hal yang bagus, seorang berdoa untuk saudaranya. Seorang muslim yang tengah ditimpa musibah, ditimpa kesedihan adalah hal yang baik seorang muslim berdoa. Dan inilah yang kita lakukan terhadap saudara-saudara kita yang berada di Palestina. Dan doa itu ndak musti ribut-ribut. Ndak musti seorang berdoa di jalan teriak-teriak. Dan ndak musti seseorang berdoa dia bikin ritual-ritual khusus. Dia berdoa di dalam sholatnya, dia berdoa di sholat malam, Iya, berdoa di sholat malam, berdoa dalam perjalanan untuk saudara-saudara yang tertindas, dan selainnya. Di waktu-waktu mustajabah, iya.
    Kemudian perlu diketahui ya, bahwa, apa yang dilakukan oleh sebagian orang, dari bentuk, apa namanya, terlalu berlebihan di dalam mengungkapkan kesedihan, dengan cara demo-demo di jalan, menampilkan gambar-gambar korban dan selainnya yang berlebihan. Bahkan membuat musuh-musuh islam semakin bergembira, tertawa terhadap kaum muslimin. Perhatikan mereka, kita sudah bantai mereka teman-temannya malah seperti itu keadaannya, teriak-teriak di jalan, kasian diketawain oleh orang-orang kafir, iya.
    Seorang muslim tidak menghinakan dirinya, tidak menghinakan kaum muslimin. Harus tampak keteguhan, ketabahan ketika menghadapi musibah. Jangan berbuat perbuatan-perbuatan yang tidak diridhai Allah subhanahu wataala. Bantuan, seseorang membantu saudaranya sesuai dengan kemampuannya.
    Dan saya menghimbau, dan ini himbauan dari dulu, bukan hanya kejadian sekarang ini, dari kejadian yang sudah banyak terjadi di Palestina maupun dan selain palestina. Kita wajib membantu saudara kita, kaum muslimin, yang tertimpa kesedihan dan musibah. Dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, AL MU’MINUN LIL MU’MIN KAL BUNYAAN YUSYADDU BA’DHOHUM BA’DHO artinya Seorang mukmin bagi mukmin yang lainnya bagaikan bangunan, sebagian dari mereka, menguatkan sebagian yang lainnya.
    Dan Rasulullah shallallahu alaihi waallam juga bersabda, “Perumpamaan kaum mukminin dalam hal cinta-mencintai, kasih mengasihi, dan sayang menyayangi, bagaikan satu tubuh, apabila sebagian dari anggota tubuh mengeluh sakit, maka dirasakan oleh yang lainnya. Dengan tidak bisa tidur, dengan suasana panas, suhu panas dalam badannya.
    Itulah kaum mukminin, merasakan penderitaan saudaranya. Yang memberikan bantuan dengan do’a, apa yang dia mampu. Karena itu, siapa yang mampu menyalurkan bantuannya ke lembaga-lembaga yang dipercaya bisa menyambung bantuan-bantuan itu sampai ke Palestiana, itu adalah hal sangat dianjurkan, perkara yang hendaknya dilakukan oleh kaum muslimin dan muslimat. iya, baik.
    Dan saya perlu ingatkan di kesempatan ini, bahwa sebab musibah yang menimpa kaum muslimin itu berasalkan dari diri-diri mereka sendiri,
    Allah berfirman, “pApa yang menimpa kalian dari musibah itu disebabkan karena diri-diri kalian. “
    Dan Allah berfirman, “DHOHAROL FASAADU FIL BARRI WAL BAHRI BIMAA KASABAT AIDINNAS Telah tampak kerusakan di lautan dan di daratan, karena perbuatan tangan-tangan manusia untuk membuat mereka merasakan sebagian dari perbuatan mereka sendiri”. Dan itu asalnya dari perbuatan sendiri. dari tangan sendiri.
    Dan diantara penyebab musibah yang terjadi, adalah jauhnya umat islam dari tutunan agama, tidak terikat dengan tuntunan syariat, demi mengutamakan dunia daripada akhirat.
    Ini yang disebutkan nabi shallallahu alaihi wasallam, ketika beliau berkata, “Dikhawatirkan kalian nanti akan diperebutkan oleh umat-umat, seperti makanan diperebutkan di atas meja.”
    Hina sekali umat, diperebutkan oleh musuh-musuhnya seperti makanan diperebutkan di atas meja.
    Para sahabat bertanya, “Apakah kami waktu itu sedikit?. Kata Beliau, “Tidak, bahkan kalian waktu itu sangat banyak, tapi kalian buih seperti buih air lautan.
    Buih lautan, buih banyak jumlahnya tetapi tidak ada harganya. Iya, kuantitas sangat banyak, tapi kualitas tidak ada.
    Kemudian Rasulullah terangkan, “Sungguh Allah akan mencabut rasa takut, wibawa terhadap kalian di hati-hati musuh-musuh kalian (ini musibah yang pertama)
    Dulunya umat islam ditakuti oleh musuhnya, satu bulan sebelum umat islam tiba di negeri musuh, musuh sudah takut, itu dulu, tapi sekarang ndak ada lagi wibawa terhadap umat islam.
    Kemudian, musibah yang kedua, Rasulullah terangkan, “Dan sungguh Allah akan lemparkan ke dalam hati kalian penyakit al-wahn.” Rasulullah ditanya, “Apa itu al wahn? ” Rasulullah menjawab, “Hubbu ad-dunya wa karohiyatul maut, cinta dunia dan takut mati.” Musibah ini terjadi, sebabnya dimaklumi.
    Dan di konteks yang lain, Rasulullah menyebutkan hal yang mirip, tapi dalam konteks yang lain, dalam hadits Ibnu Umar, riwayat Abu Dawud, kata Beliau, “Apabila kalian telah melakukan jual beli dengan cara ‘inah (salah satu jual beli dengan cara riba’), kalian telah ridho dengan peternakan, sibuk dengan pertanian dan kalian meninggalkan jihad. (ini empat penyakit, ya, kalau kita lihat penyakit al wahn sama saja, tiga yang awal adalah cinta dunia, sedangkan meninggalkan jihad adalah takut mati. penyakitnya sama, cuma konteksnya berbeda). Kemudian nabi terangkan akibat kalau penyakt ini ada di tengah umat, iya, “Allah akan menimpakan kepada kalian suatu kehinaan” akan dihinakan, umat ini. Musibah yang akan menimpa.
    Lalu, bagaimana solusi menghadapi kehinaan, Nabi hanya menyebutkan satu hal saja, “Allah tidak akan mengangkat kehinaan dari kalian, sampai kalian kembali kepada agama kalain.” mempelajari agama kalian. Karena itu, jauhnya kaum muslimin dari ilmu agama, kurangnya perhatian mereka terhadap agama, bahkan banyak manusia berjelek sangka terhadap agama, ini adalah sebab kehinaan dan sebab turunnya musibah.
    Kemudian, di kesempatan ini juga, saya ingatkan tentang bahaya makar musuh-musuh Allah. Iya. Sekarang, orang-orang Yahudi minta damai (gencatan senjata), disambut oleh orang-orang yang memimpin perjuangan di Palestina, disambut, itu mereka anggap sebagai kemenangan. Karena Yahudi katanya sudah takut. Yahudi dari dulu kaum penakut, ndak ada sejarahnya, kaum Yahudi itu pemberani, paling takut mati, orang yahudi. “Salah seorang dari mereka berharap kalau hidup 1000 tahun, orang Yahudi tidak pernah memerangi kalian, kecuali dibenteng-benteng yang terjaga) atau di belakang tembok.” Itu sejarah mereka, dalam perang Khaibar, mereka punya tembok/ benteng, Nggaka da yang berani front terbuka, orang yahudi, hingga hari ini. Tutup semua jalur, masuk ke negiri Yahudi. Karena itu apabila mereka mendapatkan serangan roket-roket, terlihat sekali bangsa penakut ini, lebih takut daripada cacing. Karena itu, mereka langsung minta perdamaian. Tapi Subhanallah, perdamaian dengan orang-orang Yahudi diterima. Nyawa kaum muslimin sudah lebih dari seratus, padahal dari yahudi berapa yang meninggal? mungkin 10 tidak sampai atau belasan paling banyak. Yang meninggal dari kaum muslimin berapa jumlahnya? Berapa jumlahnya? ini harus dipikirkan oleh kaum muslimin. Oleh karena itu, sejak dahulu Syaikh bin Baz rahimahullah telah menawarkan solusi bagi orang-orang palestina, supaya melakukan perdamaian saja, hingga mereka memiliki kekuatan. Kalau sudah kuat seperti kaum muslimin di masa Nabi shallallahu alaihi wasallam. Di masa Nabi, Beliau di Mekah, tidak ada peperangan dengan tangan, karena masih lemah kaum muslimin. Demikian pula, setelah beliau, hijrah ke Madinah. Bahkan ketika para sahabat dengan jumlah 1300-an lebih ingin melakukan haji dihadang oleh kaum musyrikin, tidak boleh masuk ke Mekah, Nabi menerima perjanjian damai dengan mereka. adalah Perjanjian Hudaibiyah, salah satu poin-nya, mereka tahun ini tidak boleh haji. dan diantara poin-nya, siapa di antara muslim di Mekah, lari ke Madinah wajib dikembalikan, diserahkan ke Mekah dan diterima oleh Rasulullah. Sampai sebagian sahabat berkata, “Ya Rasulullah, Apakah kami menerima kehinaan dalam agama kita, bukankah jika kita terbunuh kita di dalam surga dan jika mereka terbunuh , mereka di dalam neraka? ” maka Rasulullah berkata, “Wahai Umar, aku adalah rasul Allah, demikian aku diperintah”
    Dan dengan perjanjian Hudaibiyah ini, Allah turunkan firman-Nya, “Kami telah memberikan kepadamu kemenangan, kemenangan yang sangat jelas” dianggap perdamaian ini sebagai apa? sebagai kemenangan yang sangat besar. Jangan disangka bahwa, kalau seseorang mundur, bahwa itu kelemahan, dan ini pemikiran yang keliru, yang terjadi pada saudara-saudara kita di palestina. Kadang sebagian mereka dahulu melakukan aksi-aksi bom bunuh diri, mati kaum yahudi, 7, 10 orang tapi setelah itu, ratusan kaum Palestina, kaum muslimin yang terbantai, ini dimana pertimbangan maslahatnya, iya. Karena itu harus dibahami. Dan sekarang ini, dari hasil perdamaian, justru menguntungkan pihak-pihak yang sebenarnya mereka adalah musuh musuh islam, yaitu orang-orang Syiah Iran, orang-orang Syiah Lebanon, dari Hizbullah, mereka ini orang-orang syiah. Dan dari kejahilan orang-orang yang menganggap, punya respon terhadap palestina untuk membantu, mereka sebarkan ucapannya, orang-partai Hizbullah, malam ini mereka akan menyerang Israil dan seterusnya. Tidak ada sejarahnya orang syiah akan bermusuhan dengan orang yahudi, karena pada asalnya orang-orang syiah adalah dari Yahudi. Dan mungkin saja, mereka sengaja memicu konflik, sehingga terjadi korban di tengah kaum muslimin. Dan ini harus dipahami dari makar-makar musuh. Karena itu, harus dipilah-pilah masalah-masalh yang terjadi. Seorang muslim yang ngerti tangggungjawabnya sebagai seorang muslim, dia paham bahwa musibah turun karena dosa. Ndak mungkin ada asap, kalau tidak ada api. Maka dia berbenah, instropeksi diri, dan ini yang harusnya diperhatikan. Dan apabila tertimpa musibah salah satu negeri dari kaum muslimin, maka hendaklah negeri-negeri yang lain mengambil pelajaran dari hal itu. Jangan sampai tertimpa musibah yang sama.Dan ini sebenarnya diantara renungan-renungan yang hendaknya kita ambil dari musibah yang menimpa.
    Bukan seseorang dalam musibah seperti ini, berjelek sangka kepada orang lain, berbuat perbuatan-perbuatan yang di luar jalur, di luar batas. Dan sebagian orang punya semangat, ya, sedih melihat kaum muslimin terbantai, dia sebarkan photo-photo, jasad-jasad yang menjadi korban. Dan hal yang seperti ini menambah kaum kuffar semakin bergembira dan tertawa. jelas ya.
    Karena ndak seluruh berita itu pantas untuk disebarkan. Kalau terjadi musibah tertentu, disebarkan point-point tertentu saja, yang dengannya tercapai maksud yang diinginkan untuk membantu kaum muslimin dan berhati-hati dari serangna musuh. Bukan yang dengannya, mereka menyebarkan berita-berita yang dengannya orang-orang kafir semakin bergembira, semakin tertawa. iya.
    Semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan taufik dan rahmatnya kepada seluruh umat islam yang tertindas dan terdhalimi, dan semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberikan kekuatan kepada mereka semua, untuk menghadapi musuh-musuh mereka. Dan semoga Allah subhanahu wa ta’ala mengobati siapa yang luka di antara mereka, dan memberikan hiburan terhadap siapa yang bersedih di antara mereka. Dan semoga Allah subhanahu wata’ala mengangkat segala kesusahan, penderitaan, dan kepedihan yang menimpa mereka.
    Sebagaimana saya bermohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala semoga Allah subhanahu wata’ala membinasakan orang-orang yang dhalim dari kalangan yahudi yang kafir atau selainnya, dari kaum munafikin yang membantu mereka, dan semoga Allah subhanahu wata’ala selalu memuliakan islam dan kaum muslimin, dan memberikan kesadaran kepada mereka semua untuk kembali kepada agama mereka.
    Innahu waliyyu dzalika, wal qodiru ‘alaihi wahuwa jawaanun karim. Subhanaka allahumma wa bihamdik Asyahadu an laa ilaaha illa anta. Astaghfiruka wa atuubu ilaik. Walhamdulillahi rabbil ‘aalamiin.
    Catatan: Untuk teks arab-nya tidak saya transkrip. jamaah bisa mendengarkan langsung dari rekamannya. Baarokallh fiik.
    Ditranskrip oleh Admin Maktabah IMU http://islamicandmedicalupdates.blogspot.com

    Fashion

    Beauty

    Travel