Memuat...

10 Mar 2014

Wanita Cantik dan Sehat Tanpa Penyakit Menular Seksual

Oleh : Abdurahman Baharudin Wahid

Wanita Cantik dan Sehat Tanpa Penyakit Menular Seksual  – Setelah sebelumnya saya menulis tentang sebuah situs konsultasi dokter : TanyaDok.com Portal Kesehatan Terlengkap dan Terupdate , sekarang saya akan membahas tentang Kesehatan Wanita

Wanita cantik dan sehat, siapa yang tidak menginginkannya? Tentu semuanya ingin. Seorang wanita ingin untuk wajah dan tubuhnya sehat. Sedangkan seorang lelaki juga akan senang melihat wanita  cantik dan sehat (seperti anak dan istri)

Kata cantik biasa digunakan untuk menunjukkan apa yang terlihat dari luar secara langsung. Seperti wajah yang cantik, rambut dan kulit yang cantik dan lain-lain. Kata cantik adalah sesuatu yang relatif. Mungkin seorang akan berbeda dengan orang lain dalam menilai kecantikan seorang wanita.  
Sehat didefinisikan sebagai kondisi fungsi tubuh dalam keadaan normal demikian juga kondisi jiwanya. Maka dari itu biasa ada istilah sehat jiwa dan raga. Artinya sehat dalam aspek kejiwaaannya serta sehat dalam tubuh dan fungsinya. 

Aspek Kecantikan dan Kesehatan Wanita
Pada bahasan kali ini, kami tidak akan menjelaskan mengenai cantik dan sehat jiwa. Tapi kami akan membahas lebih spesifik tentang wanita cantik dan sehat secara aspek fisik dan fungsi tubuhnya. Khususnya yang berkaitan dengan organ intim / organ kewanitaan. 

Bagaimana menurut anda jika seorang yang berwajah cantik, berparas menarik, namun ternyata organ kewanitaannya berpenyakit? Oh NO !!! Jangan sampai ya. 

Mengenal organ kewanitaan / Organ Reproduksi
Organ kewanitaan  wanita terdiri dari beberapa organ penting yakni : Indung telur (ovarium), saluran telur, rahim, leher rahim, liang rahim (vagina), mulut rahim, bibir rahim (labia mayora dan labia minora) dan kelentit. Untuk lebh jelasnya bisa dilihat pada gambar berikut ini: 




Beberapa Penyakit Yang mengenai Organ Kewanitaan Wanita
Beberapa penyakit yang mengenai organ kewanitaan / kelamin sering disebabkan oleh karena hubungan seks maka sering disitilahkan dengan Penyakit Menular Seksual (PMS). Sebanyak 60% dari infeksi menular ini terjadi pada usia < 25 tahun dan 30% terjadi pada usia < 20 tahun. Antara usia 14-19 tahun lebih banyak pada anak perempuan dibandingkan laki-laki (2:1). Infeksi menular seksual adalah infeksi pada alat kelamin/genetalia yang penularan utamanya terjadi melalui hubungan intim baik melaui vagina, oral, dan anal. Beberapa IMS ini juga dapat ditularkan melalui jarum suntik bersama dari orang yang terinfeksi, bayi yang dilahirkan, maupun pada saat menyusui. Infeksi ini dapat disebabkan oleh bakteri (chancroid, Chlamydia, Gonorhoe, syphilis, granuloma inguinale), virus (HIV, HPV, virus hepatitis B, herpes simplex, molluscum contagiosum), jamur (tinea cruris, candidiasis), parasit (scabies), ataupun protozoa (trikomoniasis).(Arie A. Polim, 2010)


Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit menular seksual yang dialami oleh wanita :

Gonore : Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria Gonorrheae. Gejala dan tanda-tandanya: keluar cairan putih kekuningan kental yang keluar dari vagian atau penis, rasa nyeri di rongga panggul, hal ini disebabkan karena biasanya infeksi menyerang akan menyerang tuba falopi dan ovarium (tanyadok.com, 2008). Namun demikian terkadang bisa juga tanpa gejala (asimptomatis).
 
Sifilis (raja singa) :Penyakit ini disebabkan oleh kuman Treponema pallidum. Diantara gejalanya antara lain luka pada kemaluan tanpa rasa nyeri, bintil / bercak merah di tubuh, kelainan saraf, jantung, pembuluh darah dan kulit.

Herpes genitalis: disebabkan oleh virus Herpes simplex. Gejala dan tanda-tandanya antara lain bintil-bintil berair (berkelompok seperti anggur) yang sangat nyeri pada kemaluan, Kemudian pecah dan meninggalkan luka yang kering menggerak lalu hilang sendiri, kadang-kadang kambuh lagi .

Kondiloma akuminata: disebabkan oleh virus Human Papiloma dengan gejala terdapat beebrapa kutil di sekitar kemaluan.

Chlamydia Trachomatis ditandai dengan gejala keluar cairan putih encer dari vagina, nyeri di rongga panggul, perdarahan. 


Perhatian: Gejala-gejala PMS pada laki-laki lebih mudah terlihat dank arena itu juga lebih mudah diobati. Pada perempuan seringkali tidak terlihat sehingga perempuan tidak tahu bahwa ia sudah tertular. 

Jika anda mengalami gejala-gejala di atas pada vagina anda, jangan takut untuk tanya dokter anda. Segeralah berkunjung ke dokter untuk konsultasi. Untuk konsultasi online bisa lewat tanyadok.com .

Tips Mencegah Penyakit Menular Seksual 

  1. Setia kepada pasangan. Sebagaimana telah kami sampaikan bahwa penyakit diatas disebabkan oleh bakteri, virus, jamur yang ditularkan lewat hubungan seksual. Maka jika ada pasangan kita yang terkena karena melakukan hubungan sex dengan wanita lain, lalu dua melakukan hubungan sex dengan istrinya, maka bisa tertular. 
  2. Selalu menjaga kebersihan diri terutama kebersihan alat kelamin. 
  3. Membasuh vagina dengan cara yang benar
  4. Menghindari suasana vagina yang lembab berkepanjangan
  5. Menggunakan sabun dan lasutan antiseptik khusus pembilas vagina
  6. Hindari terlalu sering menggunakan bedak talk, tisu harum tisu toilet
  7. Perhatikan kebersihan lingkungan
(Gracia Dewi Indrawati, 2007)

elalu menjaga kebersihan diri, terutama kebersihan alat kelamin. Rambut vagina atau pubis yang terlampau tebal dapat menjadi tempat sembunyi kuman. Jadi, jangan lupa menggunting atau membersihkannya agar pemberian obat keputihan berupa salep lebih mudah menyerap. Biasakan untuk membasuh vagina dengan cara yang benar, yaitu dengan gerakan dari depan ke belakang. Cuci dengan air bersih setiap buang air dan mandi. Jangan lupa untuk tetap menjaga vagina dalam keadaan kering. Hindari suasana vagina yang lembab berkepanjangan karena pemakaian celana dalam yang basah, jarang diganti dan tidak menyerap keringat. Usahakan menggunakan celana dalam yang terbuat dari bahan katun yang menyerap keringat. Pemakaian celana jins terlalu ketat juga meningkatkan kelembaban daerah vagina. Ganti tampon atau panty liner pada waktunya. Jika keputihan masih dalam taraf ringan, coba gunakan sabun atau larutan antiseptik khusus pembilas vagina, tapi jangan gunakan berlebihan karena hanya akan mematikan flora normal vagina dan keasaman vagina juga terganggu. Jika perlu, konsultasikan dulu ke dokter. Hindari terlalu sering memakai bedak talk di sekitar vagina, tisu harum, atau tisu toilet. Ini akan membuat vagina kerap teriritasi. Perhatikan kebersihan lingkungan. Keputihan juga bisa muncul lewat air yang tidak bersih. Jadi, bersihkan bak mandi, ember, ciduk, water torn, dan bibir kloset dengan antiseptik untuk menghindari menjamurnya kuman. Setia kepada pasangan merupakan langkah awal untuk menghindari keputihan yang disebabkan oleh infeksi yang menular melalui hubungan seks.

Artikel kesehatan di : http://www.tanyadok.com/kesehatan/jangan-bermain-main-dengan-keputihan
Referensi:
Selalu menjaga kebersihan diri, terutama kebersihan alat kelamin. Rambut vagina atau pubis yang terlampau tebal dapat menjadi tempat sembunyi kuman. Jadi, jangan lupa menggunting atau membersihkannya agar pemberian obat keputihan berupa salep lebih mudah menyerap. Biasakan untuk membasuh vagina dengan cara yang benar, yaitu dengan gerakan dari depan ke belakang. Cuci dengan air bersih setiap buang air dan mandi. Jangan lupa untuk tetap menjaga vagina dalam keadaan kering. Hindari suasana vagina yang lembab berkepanjangan karena pemakaian celana dalam yang basah, jarang diganti dan tidak menyerap keringat. Usahakan menggunakan celana dalam yang terbuat dari bahan katun yang menyerap keringat. Pemakaian celana jins terlalu ketat juga meningkatkan kelembaban daerah vagina. Ganti tampon atau panty liner pada waktunya. Jika keputihan masih dalam taraf ringan, coba gunakan sabun atau larutan antiseptik khusus pembilas vagina, tapi jangan gunakan berlebihan karena hanya akan mematikan flora normal vagina dan keasaman vagina juga terganggu. Jika perlu, konsultasikan dulu ke dokter. Hindari terlalu sering memakai bedak talk di sekitar vagina, tisu harum, atau tisu toilet. Ini akan membuat vagina kerap teriritasi. Perhatikan kebersihan lingkungan. Keputihan juga bisa muncul lewat air yang tidak bersih. Jadi, bersihkan bak mandi, ember, ciduk, water torn, dan bibir kloset dengan antiseptik untuk menghindari menjamurnya kuman. Setia kepada pasangan merupakan langkah awal untuk menghindari keputihan yang disebabkan oleh infeksi yang menular melalui hubungan seks.

Artikel kesehatan di : http://www.tanyadok.com/kesehatan/jangan-bermain-main-dengan-keputihan

1. UNICEF.2004.Booklet HIV/AIDS dan Penyalahgunaan NAPZA . url: http://www.unicef.org/indonesia/id/children_youth_6448.html
2. Arie A. Polim. 2010. Kesehatan Reproduksi Remaja Masa Kini. http://www.tanyadok.com/seksualita/kesehatan-reproduksi-remaja-masa-kini
3. AtmaJaya Medical Education on Reproductive and Addictive . 2008. Waspada Vaginal Discharge pada Wanita, url: http://www.tanyadok.com/seksualita/waspada-vaginal-discharge-pada-wanita
4. Gracia Dewi Indarwati. 2007. Jangan Bermain-main dengan Keputihan. http://www.tanyadok.com/kesehatan/jangan-bermain-main-dengan-keputihan

Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Wanita Indonesia Cantik dan Sehat yang diadakan oleh www.tanyadok.com #BlogCantik:

http://tanyadok.com