• Breaking News

    Berbagi Ilmu Kesehatan dan Keislaman untuk Kebaikan Umat

    4 Jul 2011

    SYAIR-SYAIR PENGINGAT KEMATIAN

    Saat kaku sejenak merambah badan
    Napas pun mendesak tenggorokan
    Sakratul maut ada di hadapan
    Kala itu bakal ada perpisahan
    Berpisah dari dunia yang selama ini didambakan
    Dia segera menghadap Rabb yang telah menciptakan
    Mempertanggungjawabkan segenap perbuatan
    semasa ruh dikandung badan
    Sungguh beruntung bagi yang beriman lagi berbuat kebajikan
    Duhai, sungguh celaka bagi yang tiada iman,
    berbuat kemungkaran dan berpaling dari kebenaran
    Hari itu yang tersisa hanyalah penyesalan
    Andai Allah Subhanahu waTa’ala memberi lagi kehidupan,
    tentu dia akan bersegera beramal kebajikan,
    menumpuk setinggi mungkin amalan
    Namun, penyesalan hanyalah tinggal penyesalan.

    Semestinya tumbuh kesadaran kala kehidupan
    bahwa dunia ini hanya sebatas tempat persinggahan
    Bagai pengelana yang berteduh di bawah pepohonan
    Sejenak rehat lalu melanjutkan perjalanan

    Dunia hanya sebuah persinggahan
    Tujuan akhir adalah kampung akhirat nan diliputi keabadian 
    Karenanya, taburilah hidup dengan amal kesalehan,
    Agar di akhir tak ada penyesalan
    Sungguh, tentang hal ini manusia telah banyak diingatkan

    ( Asy Syari’ah No.73/VII/1432 H/2011, hal 5 )

    _____________________________________
    Ia adalah kematian, tidak ada tempat lari dan berlindung darinya.
    Kapan digariskan kematian ini, maka ia diangkat dengan keranda.
    Benar-benar kita berangan dan berharap keberhasilan dunia.
    Tetapi pintu kematian lebih dekat dari angan-angan kita.

    Berdirilah orang yang sangat penyayang dengan buru-buru
    Ke tempat pemandian mendatangiku dan memandikanku
    Ia berkata hai kaumku kita mencari tukang memandikan yang pintar
    Orang pilihan yang sopan, yang mahir lagi pintar
    Lalu datanglah kepadaku seorang dari mereka dan menelanjangiku
    Dari pakaianku ia menelanjangi dan menyendirikan aku

    Mereka menaruhku di atas papan-papan yang disisihkan
    Sementara di atasku pipa air tuk membersihkanku
    Menyiramkan air padaku hingga tiga kali memandikan
    Lalu minta diambilkan kain untuk mengkafaniku

    Mereka meletakkan di atasku baju-baju tanpa lengan
    Jadilah bekalku parfum ketika mereka mewangikanku
    Mereka mengeluarkanku dari dunia duhai sedihnya
    Di atas tunggangan tanpa bekal yang menyampaikanku

    Di atas pundak empat lelaki mereka mengangkatku
    Sedangkan dibelakangku orang-orang mengantarku

    Bukanlah orang asing, orang yang datang dari Syam atau Yaman
    Akan tetapi orang asing adalah yang di dalam lahad atau kafan

    Di dalam kegelapan kubur tanpa ayah ibu yang menyayangiku
    Tidak pula dengan saudara yang ramah menghiburku

    Dengan perlahan mereka menurunkan aku
    Salah seorang dari mereka disuruh menguburku
    Penutup wajahku dibuka agar ia melihatku

    Bercucuran air dari kedua matanya membanjiriku
    Lalu berdiri nmenghormat dan menyelimutiku
    Disusun bata di atasku lalu meninggalkanku

    (Syair-Syair dalam buku Pengurusan Jenazah hal 109-136)

    1. Judul Asli: Al Mayyitu, Taghsiluhu wa Takfinuhu Wash Sholatu ’alaihi Wa Dafnuhu, Judul edisi Indonesia: Tata cara memandikan, mengkafani, menshalatkan dan mengkuburkan jenazah, Maktabah Al Ghuroba’, Mei 2010
    2. Disusun oleh Wizaratu Assy Syu’uni Al Islamiyati Wal Auqafi wad Da’wati Wal Irsyadi (Departemen Agama Islam, Urusan Wakaf, Dakwah dan Pengajaran) Riyadh, Kerajaan Saudi Arabia)

    Fashion

    Beauty

    Travel